Setelah membaca buku "Rehat Dulu Lah" dengan topik "kalau Saya Jadi Rektor IP-N" ingin sedikit memberikan ulasan pada artikel pembuka ini dengan tambahan bumbu dan sayur mayur, hitung-hitung sambil belajar menulis lagi dan lagi :)
Jika saya jadi rektor IP-N, maka para praja akan saya tugaskan menjadi pegawai dapur umum lapindo selama 3 bulan dengan bobot 3 sks masyarakat terbantu dan jiwa sosial praja terbentuk, menjadi agen asuransi minimal mendapatkan 3 client untuk merasakan bagaimana rasanya di tolak caci dan maki dan tidak bisa marah serta menumbuhkan sifat enterprenuer pada kalangan calon pelayan yang taunya menghabiskan anggaran tanpa ada efisiensi dan efektivitas yang penting anggaran habis tak peduli itu hutang yang harus di bayar anak cucu, untuk tugas ini bisa di nilai 6 sks,
Selanjutnya para praja wajib bisa berenang dan mendayung..loh yang ini buat apa lagi? yang pastinya hutan indonesia semakin gundul hutan lindung secara perlahan dan berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit milik orang2 asing atas nama investasi, masyarakat sekitar jadi buruh di atas lahan bekas milik nenek moyangnya, jika pun wilayah ex hutan lindung belum pada banjir minimal ibu kota selalu dapat jatah setahun sekali tapi berdasarkan hari2 belakangan beberapa wilayah kota besar lainya juga sudah meniru kebiasaan ibu kota terbiasa dengan banjir dan sejenisnya untuk keahlian beranang dan mendayung punya bobot 4 sks untuk masa pelaksana 3 bulan.
jika penulis dalam artikel "kalau Saya Jadi Rektor IP-N" dengan konsekuensi terhadap praja seperti yang di paparkan( tentunya dengan tambahan bumbu dan sayur mayur saya), tapi saya mencoba menilai sedikit dari sisi yang berbeda, dapatkah metode ini juga dilaksanakan pada orientasi-orientasi penerimaan anggota baru pada unit kegiatan mahasiswa dengan penyesuain dan modifikasi sesuai dengan kondisi yang ada, toh intinya pada masa orientasi penerimaan anggota baru yang d tekankan adalah rasa solidaritas, kebersamaan rasa sosial dll.selama yang saya lihat banyak hal atas nama solidaritas, kebersamaan rasa sosial dll proses dan metode yang di gunakan jauh dari rasa masuk akal dan tidak bermanfaat..mkn kita pernah merasakan atau mendengar pada masa orientasi satu permen d makan bergantian untuk semua peserta, alasanya adalah kebersamaan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar